[Internasional] Jepang Akui Baja Tiongkok dan Taiwan Diduga Dumping, Berencana Kenakan Bea Anti-Dumping Mulai Bulan Depan
bellala 央廣5 jam lalu
Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Ryosei Akazawa, menyatakan hari ini (19) bahwa pemerintah Jepang telah secara awal menentukan bahwa beberapa produk baja yang diproduksi di Tiongkok dan Taiwan merupakan ekspor dengan harga rendah yang tidak adil, yang telah menyebabkan kerugian substansial bagi perusahaan domestik. Bea masuk anti-dumping sementara diharapkan akan dikenakan paling cepat bulan depan.
Menurut laporan dari Japan Broadcasting Corporation (NHK), Kyodo News, dan Jiji Press, empat perusahaan Jepang, termasuk Nippon Steel, mengajukan keluhan kepada pemerintah pada tahun 2025, menuduh "pelat baja tahan karat paduan berbasis nikel yang digulung dingin" yang diproduksi di Tiongkok dan Taiwan diekspor dengan harga rendah yang tidak semestinya dan meminta pemerintah untuk mengenakan bea anti-dumping.
Ryosei Akazawa, Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, mengatakan pada konferensi pers setelah rapat kabinet hari ini bahwa pemerintah Jepang telah menentukan bahwa produk-produk terkait sedang diekspor dengan harga rendah yang tidak semestinya dan menyebabkan kerugian bagi industri domestik Jepang.
Akazawa lebih lanjut menyatakan bahwa Jepang berencana untuk mengenakan tarif sementara hingga sekitar 45% untuk produk Tiongkok dan hingga sekitar 21% untuk produk Taiwan. Pemerintah Jepang kemudian akan melanjutkan prosedur yang relevan sesuai dengan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Setelah disetujui oleh Dewan Peninjau Bea Cukai dan Valuta Asing Jepang (badan penasihat Menteri Keuangan), pemerintah Jepang akan mengenakan bea masuk pada produk-produk terkait dari Tiongkok dan Taiwan paling cepat mulai Juli, untuk jangka waktu maksimal empat bulan.
Menurut data dari Kementerian Keuangan Jepang, pelat baja tahan karat paduan berbasis nikel tidak hanya digunakan dalam barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti sendok dan garpu, tetapi juga banyak digunakan dalam berbagai produk, termasuk gerbong kereta api. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa harga jual barang-barang impor ini di Jepang 20% hingga 40% lebih murah daripada harga di Tiongkok dan Taiwan.
Menurut data dari Japan Iron and Steel Federation (JISF), produk baja dari Tiongkok menyumbang sekitar 20% dari total impor Jepang, sementara produk dari Taiwan menyumbang 17%. Korea Selatan adalah sumber impor baja terbesar Jepang, menyumbang hingga sekitar 62%. (Editor: Chen Wen-wei)
Tautan Sumber: https://www.rti.org.tw/news?uid=3&pid=215506
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
0 orang bereaksi